Internal Link

Internal link adalah tautan dari satu halaman ke halaman lainnya dalam satu website yang sama. Dan internal link merupakan bagian penting untuk SEO karena ia bisa membantu Google untuk mengindeks website anda dan memahami strukturnya secara keseluruhan. 

Kalau Google lebih memahami website anda, tentu lebih mudah untuk mendapatkan rangking teratas di hasil pencarian, bukan? (dengan catatan anda juga sudah menerapkan teknik SEO lainnya). Begitu juga sebaliknya, jika Google bingung dengan website anda, maka peluang untuk mendapatkan rangking atas juga semakin kecil.

Cara Optimasi Internal Link Untuk SEO Website

Berikut ini beberapa langkah untuk mengoptimalkan internal link di website anda supaya SEO website semakin optimal, antara lain:

1. Buat konten yang relevan dan saling terkait

Bisa dikatakan bahwa langkah pertama ini adalah langkah paling penting. Jika Anda tidak memiliki konten, berarti tak ada internal link yang bisa anda buat. Dengan kata lain, semakin banyak konten web anda, semakin banyak pula link yang bisa anda masukkan.

Namun, janganlah asal-asalan dalam membuat konten web. Buatlah konten yang masih saling berhubungan atau satu topik sehingga bisa dipasang internal link yang relevan.

Maka dari itu buatlah konten web berkualitas secara rutin di website anda. Semakin banyak halaman baru yang saling berhubungan di website anda, semakin mudah pula memasang internal link di website anda.

2. Gunakan link sewajarnya

Berapa banyak jumlah internal link yang harus anda pasang di satu halaman? Tak ada yang tahu jawaban pastinya.

Matt Cutts yang pernah bekerja di tim SEO Google selama 17 tahun menyarankan kalau internal link itu sekitar 100 link di satu halaman. Lantas, apakah memasang link yang kurang atau lebih dari 100 itu dilarang? Oh, jelas tidak. 

Matt Cutts hanya menyarankan saja, jadi jangan anda jadikan patokan utama. Sebab, setiap halaman website mempunyai tujuan yang unik dan berbeda-beda pula. Kadang 100 link harus dimasukkan karena memang untuk mendukung tujuan halaman web tersebut.

Intinya, anda harus memperhatikan tujuan dan user experience saat memasukkan internal link pada website anda. Jika dengan banyak link bisa membantu pengunjung web, anda tambahkan saja sebanyak yang anda perlukan. Namun jika tidak, anda tak perlu memasukkan internal link pada web tersebut.

3. Link harus relevan

Pasanglah internal link saat anda merasa bahwa halaman lainnya juga relevan ke halaman web tersebut. Sebab, jika tidak ada hubungannya, kemungkinan link tersebut hanya mendapatkan klik yang sedikit dari pengunjung web anda.

Rendahnya klik ini menunjukkan bahwa tingkat engagement pengunjung rendah. Akibatnya, Google akan menganggap kalau internal link tersebut tidak relevan dan akhirnya berdampak buruk pada SEO web anda. Jadi, pasanglah link relevan yang bisa mendorong pengunjung untuk mempelajari topik tersebut secara lebih jauh lagi.

4. Gunakan anchor text

Anda pasti sudah tak asing lagi dengan istilah anchor text. Anchor text adalah potongan teks berisi link yang dapat anda klik di sebuah halaman web. Ia berbeda dari teks biasa dan umumnya memiliki warna yang mudah terlihat.

Saat anda menggunakan anchor text untuk internal link jangan lupa untuk memasukkan kata kunci mengenai halaman yang ingin anda tuju. Dengan kata lain, hindari anchor text seperti “klik di sini,” atau “halaman ini” untuk internal link web anda.

Karena anchor text dengan kata kunci seperti itu bisa membantu Google dan pengunjung untuk memahami isi dari link tersebut sebelum mereka mengklik link tersebut. Selain itu, memasukkan kata kunci ke anchor text juga merupakan praktek terbaik yang disarankan oleh para praktisi SEO di dunia.

5. Anchor text harus bervariasi

Tidak semua anchor text akan sesuai dengan kalimat yang telah anda tulis. Jadi, tidak perlu memasukkan anchor text yang sama di setiap kontennya. Anda bisa membuatnya lebih bervariasi agar terlihat lebih natural.

Dan anchor text yang berulang-ulang itu dianggap tidak wajar oleh Google. Karena cara ini dianggap Google sebagai usaha untuk mencurangi algoritma Google. Jadi, anda harus menghindarinya agar tidak terkena pinalti dari algoritma Google.

6. Gunakan dofollow link

link dofollow adalah jenis link yang mengizinkan Google untuk mengikuti link tersebut. Mungkin langkah yang satu ini terlihat jelas, tapi tak sedikit orang yang justru memasang link nofollow di internal link (biasanya karena kesalahan internal link plugin) sehingga Google mengabaikan link tersebut. Maka dari itu, pastikan anda menggunakan link dofollow di semua internal link web anda agar Google bisa mengikuti link tersebut.

Itulah beberapa langkah yang dapat anda terapkan pada website bisnis anda untuk bisa naik ke halaman 1 Google. Silahkan baca juga faktor-faktor utama yang mempengaruhi rangking SEO website di Google.

Dan jika anda ingin mempromosikan website bisnis anda di halaman 1 Google dengan cepat maka anda dapat menggunakan platform periklanan Google ads. Karena dengan menggunakan Google ads maka website bisnis anda dapat muncul di halaman 1 Google ketika ada yang mencarinya. Sehingga peluang terjadinya konversi sangat tinggi. Karena website anda muncul kepada orang yang tepat. Yaitu orang yang sedang mencari bisnis dan layanan anda di Google. Segera pasang iklan website bisnis anda di halaman satu Google atau gunakan layanan jasa pasang iklan Google untuk memasang iklan di halaman 1 Google. Jasa Iklan Google Ads.

error: Content is protected !!